Baca dalam: Bahasa Indonesia

Ringkasan: Penekanan dan kalimat belah

Menyusun kalimat

Penekanan dan kalimat belah

PoinAturanContohBahasa Indonesia
do penekanando / does / did + kata kerja dasar menerima tekananShe did tell me.Dia memang memberitahuku.
Kalimat belah dengan itIt + be + fokus + who / that + klausaIt was Tom who broke it.Tomlah yang merusaknya.
Kalimat belah dengan wh-What + klausa + be + fokus; atau dibalik: fokus + be + what + klausaWhat I need is a holiday.Yang saya butuhkan adalah liburan.
Ungkapan dengan kata bendaall, the thing, the reason dan the place membuka klausaAll I want is peace and quiet.Yang saya inginkan hanyalah ketenangan dan kedamaian.
C1Klausa sebagai fokusfokus boleh berupa klausa: only when, not until, becauseIt was only when she left that I realised.Baru ketika dia pergi, saya menyadarinya.
C1Kalimat belah penjelasmenolak satu alasan dan menyebut alasan yang sebenarnyaIt isn't that I don't like her; it's that I'm busy.Bukan karena saya tidak menyukainya, melainkan karena saya sibuk.
C1Jawabankalimat belah menjawab pertanyaan wh-; tekanan utama jatuh pada fokusWho broke it? — It was Tom.Siapa yang merusaknya? — Itu Tom.
C2Infinitif sebagai fokussetelah bentuk do, fokusnya adalah infinitif tanpa to atau dengan toAll you have to do is (to) press the button.Yang perlu kamu lakukan hanyalah menekan tombol.
C2Ungkapan sikapthe fact is, the thing is dan ungkapan serupa membuka sebuah pernyataanThe trouble is that the shop closes at five.Masalahnya, toko itu tutup pukul lima.
C2Tulisan formalkalimat belah formal merujuk kembali pada alasan atau konteksIt is for this reason that the committee refused.Karena alasan inilah komite menolak.
C2Topik lebih dulutopik datang lebih dulu, lalu klausa dengan subjeknya sendiriAs for Tom, he has gone home.Adapun Tom, dia sudah pulang.
Jebakanwho atau that menggantikan fokus: tidak ada subjek atau objek keduaIt was Ana that I met.Analah yang saya temui.

Baca dalam

Penulis