Penekanan dengan do, kalimat belah dengan it, dan kalimat belah dengan wh- menyorot satu bagian kalimat. Kalimat belah menaruh fokus setelah be dan sisa kalimat dalam sebuah klausa: It was Tom who broke the window. What I need is a holiday.
Tidak ada informasi pada tingkat saat ini. Tampilan ini dimulai dari B2: pilih B2 atau tingkat yang lebih tinggi.
Tidak ada informasi pada tingkat saat ini. Tampilan ini dimulai dari B2: pilih B2 atau tingkat yang lebih tinggi.
RingkasanB2–C2
| Poin | Aturan | Contoh | Bahasa Indonesia | |
|---|---|---|---|---|
| do penekanan | do / does / did + kata kerja dasar menerima tekanan | She did tell me. | Dia memang memberitahuku. | B2 |
| Kalimat belah dengan it | It + be + fokus + who / that + klausa | It was Tom who broke it. | Tomlah yang merusaknya. | B2 |
| Kalimat belah dengan wh- | What + klausa + be + fokus; atau dibalik: fokus + be + what + klausa | What I need is a holiday. | Yang saya butuhkan adalah liburan. | B2 |
| Ungkapan dengan kata benda | all, the thing, the reason dan the place membuka klausa | All I want is peace and quiet. | Yang saya inginkan hanyalah ketenangan dan kedamaian. | B2 |
| Klausa sebagai fokus | fokus boleh berupa klausa: only when, not until, because | It was only when she left that I realised. | Baru ketika dia pergi, saya menyadarinya. | C1 |
| Kalimat belah penjelas | menolak satu alasan dan menyebut alasan yang sebenarnya | It isn't that I don't like her; it's that I'm busy. | Bukan karena saya tidak menyukainya, melainkan karena saya sibuk. | C1 |
| Jawaban | kalimat belah menjawab pertanyaan wh-; tekanan utama jatuh pada fokus | Who broke it? — It was Tom. | Siapa yang merusaknya? — Itu Tom. | C1 |
| Infinitif sebagai fokus | setelah bentuk do, fokusnya adalah infinitif tanpa to atau dengan to | All you have to do is (to) press the button. | Yang perlu kamu lakukan hanyalah menekan tombol. | C2 |
| Ungkapan sikap | the fact is, the thing is dan ungkapan serupa membuka sebuah pernyataan | The trouble is that the shop closes at five. | Masalahnya, toko itu tutup pukul lima. | C2 |
| Tulisan formal | kalimat belah formal merujuk kembali pada alasan atau konteks | It is for this reason that the committee refused. | Karena alasan inilah komite menolak. | C2 |
| Topik lebih dulu | topik datang lebih dulu, lalu klausa dengan subjeknya sendiri | As for Tom, he has gone home. | Adapun Tom, dia sudah pulang. | C2 |
| Jebakan | who atau that menggantikan fokus: tidak ada subjek atau objek kedua | It was Ana that I met. | Analah yang saya temui. | B2 |
Gambaran umumB2
- Kalimat belah menaruh satu bagian klausa dalam fokus, setelah bentuk be. It was the bus that I missed.Yang saya lewatkan adalah bus.
- Fokus membawa informasi baru, yang dikoreksi, atau yang dikontraskan; sisa klausa sudah diketahui.
- Penekanan dengan do menegaskan kata kerja; kalimat belah dengan it menyorot satu unsur; kalimat belah dengan wh- mengarah ke fokus.
- Urutan biasa dalam kalimat: lihat Urutan kata.
Bentuk: do penekananB2
| Bentuk | Pola | Contoh | |
|---|---|---|---|
| Present | do / does + kata kerja dasar | I do like it. / She does know the answer.Saya memang suka itu. / Dia memang tahu jawabannya. | B2 |
| Past | did + kata kerja dasar | She did tell me.Dia memang memberitahuku. | B2 |
| Kalimat perintah | do + kata kerja dasar | Do sit down. / Do be careful.Duduklah. / Berhati-hatilah. | B2 |
- Dalam kalimat pernyataan, be, kata kerja bantu have, dan kata kerja modal sendiri yang menerima tekanan, bukan do. She is late. / I have finished. / He can swim.Dia memang terlambat. / Saya memang sudah selesai. / Dia memang bisa berenang.
- Kalimat negatif atau pertanyaan sudah memuat do; tekanan pada do memberi penekanan. I didn't take it.Saya benar-benar tidak mengambilnya.
Penggunaan: do penekananB2
| Penggunaan | Contoh | Bahasa Indonesia | |
|---|---|---|---|
| Membantah keraguan atau penyangkalan | You never help me. — I do help you! | Kamu tidak pernah membantuku. — Aku memang membantumu! | B2 |
| Menegaskan bahwa sesuatu benar atau memang terjadi | I did tell you about the party. | Saya memang sudah memberitahumu soal pesta itu. | B2 |
| Mengakui satu hal, lalu menambahkan tetapi | She did apologise, but it was too late. | Dia memang meminta maaf, tetapi sudah terlambat. | B2 |
| Menambah kehangatan pada undangan, harapan, atau pujian | Do have some cake. / We do hope you can come. / I do like your garden. | Silakan makan kuenya. / Kami sungguh berharap kamu bisa datang. / Saya sangat suka kebunmu. | B2 |
Bentuk: kalimat belah dengan itB2
| Fokus | Penghubung | Contoh | Bahasa Indonesia | |
|---|---|---|---|---|
| Orang sebagai subjek | who atau that | It was Ana who found the keys. | Analah yang menemukan kunci itu. | B2 |
| Benda sebagai subjek | that | It was the wind that opened the door. | Anginlah yang membuka pintu itu. | B2 |
| Objek | that atau tanpa penghubung | It was the blue bag that I bought. | Tas biru itulah yang saya beli. | B2 |
| Kata keterangan waktu | that | It was yesterday that I saw her. | Kemarinlah saya melihatnya. | B2 |
| Frasa preposisi | that | It was in Paris that we met. | Di Parislah kami bertemu. | B2 |
| Kalimat | Pola | Contoh | |
|---|---|---|---|
| Positif | It + be + fokus + that + klausa | It was Tom that broke it.Tomlah yang merusaknya. | B2 |
| Negatif | It + isn't / wasn't + fokus + that + klausa | It wasn't me that broke it.Bukan saya yang merusaknya. | B2 |
| Pertanyaan | Is / Was + it + fokus + that + klausa | Was it Tom that broke it?Apakah Tom yang merusaknya? | B2 |
- Be menunjukkan waktu: is untuk sekarang dan kebenaran umum, was untuk masa lalu, will be untuk masa depan. It is the manager who decides. / It will be Ana who tells him.Manajerlah yang memutuskan. / Analah yang akan memberi tahu dia.
- Penghubung menggantikan fokus di dalam klausa, sehingga klausa tidak mengulang subjek maupun objek. It was Tom who broke it.Tomlah yang merusaknya.
- Dalam gaya yang cermat, preposisi tetap bersama kata bendanya; dalam percakapan, ia pindah ke akhir. It was to Ana that I gave the key. = It was Ana that I gave the key to.Kepada Analah saya memberikan kunci itu.
- Klausa setelah who atau that berfungsi sebagai klausa relatif: lihat Klausa relatif.
Bentuk: kalimat belah dengan wh-B2
| Fokus | Pola | Contoh | Bahasa Indonesia | |
|---|---|---|---|---|
| Kata benda | What + klausa + be + kata benda | What I need is a holiday. | Yang saya butuhkan adalah liburan. | B2 |
| Suatu tindakan | What + subjek + do / does / did + be + infinitif | What he did was (to) leave early. | Yang dia lakukan adalah pergi lebih awal. | B2 |
| Klausa that | What + kata kerja + be + that + klausa | What happened was that the bus broke down. | Yang terjadi adalah busnya mogok. | B2 |
| Urutan terbalik | kata benda + be + what + klausa | A holiday is what I need. | Liburan adalah yang saya butuhkan. | B2 |
- Klausa wh- adalah subjek, jadi be biasanya tunggal, bahkan di depan fokus jamak. What I need is two weeks off.Yang saya butuhkan adalah cuti dua minggu.
- Tanpa do dalam klausa, infinitif tetap memakai to. What I want is to sleep.Yang saya inginkan adalah tidur.
Ungkapan: all, the thing, the reasonB2
| Ungkapan | Contoh | Bahasa Indonesia | |
|---|---|---|---|
| All + klausa + be + fokus | All I want is peace and quiet. | Yang saya inginkan hanyalah ketenangan dan kedamaian. | B2 |
| The thing + (that) + klausa + be + fokus | The thing that annoys me is the noise. | Yang membuat saya kesal adalah kebisingannya. | B2 |
| The reason + (why) + klausa + be + fokus | The reason I left was that the pay was low. | Alasan saya pergi adalah karena gajinya rendah. | B2 |
| The place + (where) + klausa + be + fokus | The place where we met was a small café. | Tempat kami bertemu adalah sebuah kafe kecil. | B2 |
| The first thing + klausa + be + fokus | The first thing I do is make coffee. | Hal pertama yang saya lakukan adalah membuat kopi. | B2 |
Penggunaan: fokus, koreksi, dan ringkasanB2
| Penggunaan | Contoh | Bahasa Indonesia | |
|---|---|---|---|
| Kalimat belah dengan it: menyebut orang atau benda yang bertanggung jawab | It was the neighbours who complained. | Para tetanggalah yang mengeluh. | B2 |
| Kalimat belah dengan it: mengoreksi suatu detail, sering diawali bentuk negatif | It wasn't the red one I wanted; it was the blue one. | Bukan yang merah yang saya inginkan; melainkan yang biru. | B2 |
| Kalimat belah dengan wh-: menyebut apa yang dibutuhkan, diinginkan, atau disukai, lalu menamainya | What I like most is the quiet. | Yang paling saya sukai adalah ketenangannya. | B2 |
| Kalimat belah dengan wh-: membangun menuju inti sebuah cerita | What happened next was that the lights went out. | Yang terjadi berikutnya adalah lampu padam. | B2 |
| Kalimat belah wh- terbalik: merangkum atau menyetujui | Yes, that's what I mean. | Ya, itulah yang saya maksud. | B2 |
Perbandingan: kalimat belah dengan it dan dengan wh-B2
| Poin | It-cleft | Wh-cleft | |
|---|---|---|---|
| Fokus | satu unsur: subjek, objek, atau keterangan | kata benda, tindakan, atau seluruh klausa | B2 |
| Urutan | fokus datang lebih dulu, lalu klausa | klausa datang lebih dulu, lalu fokus | B2 |
| Contoh | It was the red scarf that I lost.Syal merah itulah yang saya hilangkan. | What I lost was the red scarf.Yang saya hilangkan adalah syal merah. | B2 |
| Orang sebagai fokus | It was Tom who broke it.Tomlah yang merusaknya. | The person who broke it was Tom.Orang yang merusaknya adalah Tom. | B2 |
Kalimat belah dengan klausa sebagai fokusC1
| Fokus | Contoh | Bahasa Indonesia | |
|---|---|---|---|
| only when dan sebuah klausa | It was only when she left that I realised. | Baru ketika dia pergi, saya menyadarinya. | C1 |
| only after dan frasa waktu | It was only after dinner that he called. | Baru setelah makan malam dia menelepon. | C1 |
| not until dan frasa waktu atau klausa | It was not until midnight that the rain stopped. | Hujan baru berhenti tengah malam. | C1 |
| because dan sebuah klausa | It was because he was ill that we cancelled. | Karena dia sakitlah kami membatalkannya. | C1 |
| Frasa cara, dengan klausa pasif setelah that | It was by chance that the letter was found. | Surat itu ditemukan secara kebetulan. | C1 |
- Setelah not until, kata kerja berbentuk positif; not sudah membuat kalimat negatif. It was not until May that the shop opened.Toko itu baru buka pada bulan Mei.
- Klausa pasif: lihat Kalimat pasif.
Kalimat belah penjelasC1
| Pola | Penggunaan | Contoh | Bahasa Indonesia | |
|---|---|---|---|---|
| It isn't that…, it's that… | menolak satu alasan dan menyebut alasan yang sebenarnya | It isn't that I don't like her; it's that I'm busy. | Bukan karena saya tidak menyukainya, melainkan karena saya sibuk. | C1 |
| What…was… | menyebut perasaan atau dampak yang kuat | What annoyed me most was the delay. | Yang paling membuat saya kesal adalah keterlambatannya. | C1 |
| What…is… dengan pertanyaan sebagai fokus | menaruh pertanyaan di akhir | What I'd like to know is why nobody told me. | Yang ingin saya ketahui adalah mengapa tidak ada yang memberi tahu saya. | C1 |
Kalimat belah dalam pertanyaan dan jawabanC1
| Penggunaan | Contoh | Bahasa Indonesia | |
|---|---|---|---|
| Kalimat belah menjawab pertanyaan tentang pelaku | Who broke the vase? — It was Tom. | Siapa yang memecahkan vas itu? — Itu Tom. | C1 |
| Kalimat belah menjawab pertanyaan tentang waktu atau tempat | Where did you meet? — It was in Paris. | Di mana kalian bertemu? — Di Paris. | C1 |
| Kalimat belah dengan wh- menjawab pertanyaan tentang keinginan | What do you want for your birthday? — What I'd really like is a quiet evening. | Kamu mau apa untuk ulang tahunmu? — Yang benar-benar saya inginkan adalah malam yang tenang. | C1 |
| Pertanyaan pun bisa berupa kalimat belah | Who was it that called? / What was it that you said? | Siapa yang tadi menelepon? / Apa yang tadi kamu katakan? | C1 |
- Suku kata tonik, tekanan terkuat, jatuh pada fokus; klausa sesudahnya tetap rendah. It was Tom who broke it. ↘Tomlah yang merusaknya.
Kalimat belah dengan infinitif dan infinitif perfectC2
| Ungkapan | Contoh | Bahasa Indonesia | |
|---|---|---|---|
| All + klausa + be + infinitif | All you have to do is (to) press the button. | Yang perlu kamu lakukan hanyalah menekan tombol. | C2 |
| The best thing to do + be + infinitif | The best thing to do is (to) wait. | Hal terbaik yang bisa dilakukan adalah menunggu. | C2 |
| What + klausa + be + to have + past participle | What I'd hoped was to have finished by now. | Yang saya harapkan adalah sudah selesai sekarang. | C2 |
- Bila klausa atau ungkapan memuat do, infinitif pada fokus muncul tanpa to atau dengan to. All I did was ask. / All I did was to ask.Saya hanya bertanya.
- Infinitif perfect pada fokus menengok ke belakang pada harapan atau rencana yang mungkin tidak terpenuhi.
Ungkapan sikapC2
| Ungkapan | Penggunaan | Contoh | Bahasa Indonesia | |
|---|---|---|---|---|
| The fact is + (that) + klausa | menyatakan kenyataan apa adanya yang berlawanan dengan keyakinan atau harapan | The fact is that nobody came. | Faktanya, tidak ada yang datang. | C2 |
| The trouble is + (that) + klausa | menyebut kesulitannya | The trouble is that the shop closes at five. | Masalahnya, toko itu tutup pukul lima. | C2 |
| The point is + (that) + klausa | kembali ke hal yang penting | The point is that we have no time. | Intinya, kita tidak punya waktu. | C2 |
| The thing is + (that) + klausa | membuka alasan atau keraguan dalam percakapan | The thing is, I have no money with me. | Begini, saya tidak membawa uang. | C2 |
- Dalam percakapan, that dihilangkan dan jeda singkat mengikuti ungkapan itu. The thing is, I'm late.Begini, saya terlambat.
Kalimat belah formal dalam tulisanC2
| Ungkapan | Penggunaan | Contoh | Bahasa Indonesia | |
|---|---|---|---|---|
| It is for this reason that… | memberikan alasan yang sudah disebutkan | It is for this reason that the committee refused. | Karena alasan inilah komite menolak. | C2 |
| It is in this context that… | menempatkan suatu hal dalam situasi yang baru dijelaskan | It is in this context that the new law should be read. | Dalam konteks inilah undang-undang baru harus dibaca. | C2 |
| What is striking is… | mengarahkan pembaca pada fakta yang menonjol | What is striking is how little has changed. | Yang mencolok adalah betapa sedikitnya yang berubah. | C2 |
| What emerges is… | mengumumkan hasil atau temuan | What emerges is a clear pattern. | Yang muncul adalah pola yang jelas. | C2 |
- Kata seperti this atau these pada fokus menghubungkan kalimat belah dengan kalimat sebelumnya. It is in these cases that care matters most.Dalam kasus-kasus inilah kehati-hatian paling penting.
Topik lebih duluC2
| Ungkapan | Penggunaan | Contoh | Bahasa Indonesia | |
|---|---|---|---|---|
| As for… | beralih ke topik baru atau mempertentangkan satu dengan yang lain | As for Tom, he has gone home. | Adapun Tom, dia sudah pulang. | C2 |
| Speaking of… | menghubungkan topik baru dengan sesuatu yang baru saja dikatakan | Speaking of money, we should check the budget. | Ngomong-ngomong soal uang, kita perlu memeriksa anggaran. | C2 |
| The thing about…is… | menyebut ciri utama seseorang atau sesuatu | The thing about him is that he never listens. | Soal dia, dia itu tidak pernah mendengarkan. | C2 |
| frasa nomina, lalu kata ganti | menaruh topik di awal dalam percakapan dan mengulangnya sebagai kata ganti | My sister, she lives in Leeds. | Kakak saya, dia tinggal di Leeds. | C2 |
- Komentar setelah topik tetap memiliki subjeknya sendiri. As for Tom, he has gone home.Adapun Tom, dia sudah pulang.
Kesalahan umumB2–C2
| Salah | Benar | Aturan | |
|---|---|---|---|
| It was Tom that he broke it. | It was Tom that broke it. | penghubung menggantikan subjek, jadi tidak ada subjek kedua | B2 |
| It was the red one that I wanted it. | It was the red one that I wanted. | penghubung menggantikan objek, jadi tidak ada objek kedua | B2 |
| It was in Paris where we met. | It was in Paris that we met. | that membuka klausa setelah fokus waktu atau tempat; where dan when tidak | B2 |
| What I need it is a holiday. | What I need is a holiday. | klausa wh- adalah subjek, jadi tidak ada it setelahnya | B2 |
| She does likes it. | She does like it. | kata kerja setelah do, does, atau did tetap dalam bentuk dasar | B2 |
| I do am tired. | I am tired. | be menerima tekanan sendiri; tidak memakai do | B2 |
| It was not until midnight that did she arrive. | It was not until midnight that she arrived. | klausa setelah that tetap berurutan seperti kalimat pernyataan | C1 |
| Who it was that broke the vase? | Who was it that broke the vase? | pertanyaan belah tetap berurutan seperti pertanyaan: kata tanya, be, it | C1 |
| All you have to do is pressing the button. | All you have to do is press the button. | setelah ungkapan ini, fokusnya berupa infinitif | C2 |
| As for Tom, has gone home. | As for Tom, he has gone home. | as for membuka topik; klausa setelah itu memiliki subjek | C2 |
Mulai dari awal
AlfabetA0Alfabet bahasa Inggris memiliki 26 huruf; namanya dipakai untuk mengeja kata secara lisan.Mulai dari awal
AlfabetA0Alfabet bahasa Inggris memiliki 26 huruf; namanya dipakai untuk mengeja kata secara lisan.Mulai dari awal
AlfabetA0Alfabet bahasa Inggris memiliki 26 huruf; namanya dipakai untuk mengeja kata secara lisan.Mulai dari awal
AlfabetA0Alfabet bahasa Inggris memiliki 26 huruf; namanya dipakai untuk mengeja kata secara lisan.Mulai dari awal
AlfabetA0Alfabet bahasa Inggris memiliki 26 huruf; namanya dipakai untuk mengeja kata secara lisan.Mulai dari awal
AlfabetA0Alfabet bahasa Inggris memiliki 26 huruf; namanya dipakai untuk mengeja kata secara lisan.Mulai dari awal
AlfabetA0Alfabet bahasa Inggris memiliki 26 huruf; namanya dipakai untuk mengeja kata secara lisan.Mulai dari awal
AlfabetA0Alfabet bahasa Inggris memiliki 26 huruf; namanya dipakai untuk mengeja kata secara lisan.Mulai dari awal
AlfabetA0Alfabet bahasa Inggris memiliki 26 huruf; namanya dipakai untuk mengeja kata secara lisan.Mulai dari awal
AlfabetA0Alfabet bahasa Inggris memiliki 26 huruf; namanya dipakai untuk mengeja kata secara lisan.Mulai dari awal
AlfabetA0Alfabet bahasa Inggris memiliki 26 huruf; namanya dipakai untuk mengeja kata secara lisan.Mulai dari awal
AlfabetA0Alfabet bahasa Inggris memiliki 26 huruf; namanya dipakai untuk mengeja kata secara lisan.Mulai dari awal
AlfabetA0Alfabet bahasa Inggris memiliki 26 huruf; namanya dipakai untuk mengeja kata secara lisan.Mulai dari awal
AlfabetA0Alfabet bahasa Inggris memiliki 26 huruf; namanya dipakai untuk mengeja kata secara lisan.Mulai dari awal
AlfabetA0Alfabet bahasa Inggris memiliki 26 huruf; namanya dipakai untuk mengeja kata secara lisan.